Kamis, 18 April 2019


TEORI KEPUTUSAN


Dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia dihadapkan pada persoalan dimana dia harus mengambil keputusan. Mulai yang sederhana seperti misalnya memutuskan untuk memperpanjang waktu tidur di pagi hari dengan segala resiko yang akan dihadapai, sampai hal-hal yang sulit bahkan komplek.   Keputusan ini dapat bersifat pribadi maupun sosial atau bersifat jangka pendek maupun jangka panjang yang mau tidak mau harus diputuskan, bahkan tidak mengambil keputusanpun adalah bagian dari keputusan itu sendiri.
Dalam bidang pengambilan keputusan, ilmu statistika mempunyai peran yang sangat penting dimana dari jaman awal mula peradaban manusia seperti mengelompokkan benda-benda, atau adanya permainan “astragali” pada jaman mesir kuno, bahkan kaisar romawai Claudius (10 SM – 54 M) telah menulis buku yang berjudul “Bagaimana Menang dengan Dadu”. Seiring dengan perkembangannya, ilmu statistika telah mengembangkan cabang statistik baru yaitu teori keputusan statistika.
Ilmu ini berkembang sejak tahun 1950-an yang terilhami atau dipelopori oleh sejak abad ke-18 oleh Thomas Bayes, sehingga banyak yang menyebutkan teori keputusan statistika sebagai statistik Bayesian. Statistik ini berfokus pada proses pengambilan keputusan yang berbeda dengan statistik klasik yang terfokus pada estimasi parameter dan statistik seperti menerapkan nilai rata-rata hitung, ukuran penyebaran, interval kepercayaan dan pengujian hipotesis.
Setiap pengambilan keputusan selalu akan menghadapai empat keadaan, yaitu :
a)  Kepastian (certainty)
b)  Ketidakpastian (uncertainty)
c)  Risiko (risk)
d)  Konflik (conflict)
Teori keputusan dalam ilmu statistik berhubungan dengan resiko dan ketidak pastian.
a) Kepastian (Certainty)
Keputusan dengan kondisi kepastian terjadi apabila semua informasi yang dijadikan dasar keputusan tersedia dan valid atau informasi bersifat sempurna dan tidak bias.
b) Ketidakpastian (Uncertainty)
Keputusan dalam kondisi ketidak pastian menunjukkan kondisi suatu keputusan tidak mempunyai informasi yang sempurna dan probabilitas suatu kejadian tidak diketahui.
c) Risiko (Risk)
Keputusan dalam kondisi beresiko terjadi apabila suatu keputusan tidak mempunyai informasi yang sempurna, namun mempunyai kemungkinan atau probabilitas suatu peristiwa akan terjadi.
d) Konflik (Conflict)
Keputusan dalam kondisi konflik yaitu keputusan dimana terdapat dua atau lebih kepentingan. Terhadap kepentingan tertentu memiliki skala prioritas, sehingga keputusan dapat diterima oleh semua pihak. Setiap keputusan dalam statistika mempunyai elemen yang terdiri dari :
a)  Tindakan atau alternatif yang tersedia
Pilihan atau alternatif adalah membuat setiap keputusan mempunyai minimal dua atau lebih peristiwa atau kejadian.
b)  State of nature  yaitu peristiwa atau kejadian yang tidak dapat dihindati atau dikendalikan
     oleh pengambil keputusan
State of nature mengambarkan suatu keadaan atau kondisi di luar kendali dari pengambil kebijakan, Kondisi demikian terjadi karena kondisi yang dijadikan dasar pada saat pengambilan keputusan, sudah berubah akibat dari kejadian yang luar biasa.
c)  hasil atau payoff dari setiap alternatif keputusan
Hasil atau payoff yaitu kombinasi hasil dari setiap alternatif dan kondisi yang akan terjadi, misalnya pada saat memutuskan untuk berinvestasi tanah, maka jika kondisi baik harga akan naik 20% dan kondisi buruk bisa rugi.
Hubungan elemen-elemen dalam keputusan (peristiwa, tindakan dan hasil) menurut Lind (2002) adalah sebagai berikut :
–  Peristiwa : Ketidakpastian berkenaan dengan kondisi mendatang. Pengambil keputusan tidak
                      mempunyai kendali terhadap kondisi mendatang.
–  Tindakan : Dua atau lebih alternatif dihadapi pengambil keputusan. Pengambil keputusan
                      harus mengevaluasi alternatif, memilih alternatif dengan kriteria tertentu.
–  Hasil      : kondisi dimana terjadi sesuai dengan diinginkan atau positif, tidak sesuai dengan
yang diinginkan atau negatif dan atau tidak terjadi perubahan atau tetap.
Dua kondisi pengambilan keputusan :
1.      Pengambilan keputusan Beresiko,  memperhatikan:
a)   Nilai yang diharapkan (expected value-EV). Nilai EV yang tinggi merupakan keputusan yang
      terbaik.
b)  Memperhatikan kehilangan kesempatan terbaik (expected opportunity loss-EOL). Nilai
     dengan EOL terendah adalah keputusan yang terbaik.
c)  Memperhatikan informasi yang sempurna (expected value of perfect informations-EVPI).
     EVPI memperhatikan faktor informasi yang sempurna sehingga dapat mengoptimalkan
     tingkat  keuntungan
2.      Pengambilan keputusan dalam Ketidakpastin, beberapa cara untuk mengambil keputusan diantaranya :
a)    Kriteria Laplace yaitu memberikan probabilitas yang sama terhadap setiap kejadian.
b)    Kriteria Maximin yaitu memilih peristiwa yang pesimis dan memilih alternatif yang terbaik.
c)    Kriteria Maximax yaitu memilih peristiwa yang optimis dan memilih alternatif yang terbaik.
d)   Kriteria Hurwicz yaitu membuat koefisien optimis yang mengukur berapa keyakinan
      terhadap peristiwa optimis dan sebaliknya pesimis.
e)   Kriteria Regret yaitu menentukan hasil dengan opportunity loss, dan mencari nilai yang
     terendah dari regret maksimum.
Salah satu alat yang digunakan untuk mengambil keputusan dalam teori keputusan adalah “Diagram Pohon Keputusan / Decision Tree” yang berguna untuk menyusun beberapa alternatif dengan hasil bersyarat (conditonal payoff), keputusan yang terbaik adalah dengan nilai EV yang tertinggi.


TEORI KEPUTUSAN Dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia dihadapkan pada persoalan dimana dia harus mengambil keputusan. Mulai ...